Senin, 21 Februari 2011

Untitled 2


Ribuan hari, jarak yang telah aku buat buat untuk perjalanan ini
Panjang dan tak terselami lagi
Dawai demi Dawai Telah membuat ku tersadar
Bahwa ternyata aku belum juga bisa berujar
Kereta yang ku tumpangi mulai memacu di atas rel tua
terseok namun herannya masih begitu berguna
Jejak demi jejak t'lah ku buat
untuk sebuah sebuah kewajaran semata
Hai...jiwa ku tak berada disini
Hanya jejak langkah ku yang masih tertinggal
Hai...penjaga hati ku... dimana dirimu?
tertatih lirih ku teriakkan, namun kau masih belum bisa menjangkau suara ku...
Tolong lihat aku disini, hanya sebuah dilema yang membeku...
Kaki ku tak bisa ku bawa berlari lagi,
Dia hanya bisa terdiam
Menuggu ku mengakhiri tugas ku...
Nafas yang tersengal - sengal, sekarang terengah...
Tak bisa lagi,....
Aku tak bisa benafas lagi.....
Kosong ruang udara ku,...
Hanya diam tak ada apa- apa lagi...
Tak sanggup hanya menjadi benalu kehidupan
Ingin sekali berlari, untuk sebuah keabadian...
Titik demi titik tak lagi ku pedulikan
Hanya ingin segera mengembalikan kisah hidup ini kepada sang pemilik hidup
Tak bisa diburu lagi,
Tak bisa berlari dengan waktu lagi...
Hanya menunggu pagi yang mungkin tak kunjung tiba bagi ku...
Karena pagi hanya untuk mereka yang mempunyai mimpi...
Pagi hanya untuk yang bisa berlari...
Pagi bukan untuk ku yang hanya terbujur tak berdaya menunggu semua menjadi gelap dan tertidur kekal...
Bukan salah siapa - siapa hanya diijinkan untuk mengisih sepenggal kisah hidup ku yang rumit...
Tak takut lagi dengan kegelapan itu,
Hai Gelap..... Mari kita melangkah, biar bisa ku tinggalkan kemah ini,
Karena kemah ini bukan untuk ku,...
Kemah ini hanya untuk mereka yang mampu bertahan...
Aku hanya boneka penggembira yang memberi warna pelangi jingga
Kemudian menghilang di balik awan putih
Wahai kau penjaga hati,....
Maaf untuk setiap kekurangan yang ku buat,
Maaf untuk setiap kealpaan yang membuat mu sempat melanggkah meninggalkan jejak mu
Sehingga aku mengerahkan seluruh kekuatan ku untuk membuat mu tetap ada disini...
Kekuatan ku sudah mulai meredah, bahkan hilang terbang melayang...
Hanya raga yang masih kaku terbujur menunggu untuk dilayakkan...
Dengan kekuatan ini, aku tak bisa lagi menapaki jalan ku.
Tak bisa lagi...
Terlalu riskan bagi ku untuk melangkah lagi...
Hanya ucapan terima kasih telah mengijinkan aku ada dalam dunia kalian....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar